Posted by: arumchan | August 24, 2011

Berani memulai..berani ditegur…bismillah!

Sudah 2 hari ini alhamdulillah berani menerapkan anjuran dari Ust. Najam, yaitu setelah tahajud lalu berdoa meminta petunjuk Allah SWT, lalu membuka Al-Qur’an secara random.  I’ve heard this a few times before sejak dulu… but I guess deep down in my heart belum “berani” untuk “ditegur” langsung sama Allah.. I mean, berdoa kan lebih kepada kita yg “berbicara” dan “meminta” dengan Allah, but randomly opening Al-Quran, if you have faith, insyaAllah nggak ada kebetulan yg nggak direncanakan sebelumnya oleh Allah SWT. Kan Al-Quran sebagai petunjuk hidup kita, I hope this is a start for me and my family untuk insyaAllah lebih “melibatkan” Al-Quran in our daily lives, nggak hanya sekedar dibaca from time to time atau dibahas ketika pengajian.
Jadi waktu pengajian keluarga besar waktu hari Minggu lalu, ketika dibahas salah satu ayat Al-Quran mengenai “waktu yg paling baik” untuk mengaji dan mendapatkan perkataan yg berat (uhm, roughly meaning “pelajaran” yg berkenaan klangsung dengan keadaan kita saat itu) yakni setelah tahajud, I decided to finally try. And anyways, at least bisa menyebarkan “1 ayat sehari” 🙂

So yesterday, the ayat that opened was the end of QS Al-Kahfi and the beginning of QS Taha. I opened it twice, hehehe ;p Dan ayat yg menonjol adalah, بسم الله الرحمن الرحيم:

QS 20:112
Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

QS 20:124-127

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”.Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

QS 20:130-132
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Subhanallah, mengena sekali. Weekend kemarin, ada kejadian yg kami ketahui, alhamdulillah nggak berkenaan dengan kami sih, tapi cukup diketahui untuk diambil pelajarannya, berkaitan dengan: uang. Yes, apalagi yg bisa bikin masalah kalau bukan urusan materi dan kawan2 lain yg mengikutinya, misalnya soal harga diri, respect, honesty, dll. Dan ada siiih suatu hal kecil yg berkenaan dengan lika-liku pekerjaan hubby, and we’re preparing for what could happen (well, I’m preparing to be a supportive wife that is, hehehe). Dengan membaca ayat2 di atas, alhamdulillah jadi lebih tenang… dan diingatkan oleh Allah untuk stick to the right path and not be blinded by kelebihan2 yg dimiliki orang lain in this life (hey, yang kekal kan akhirat, bukan hidup ini lho…). And not to forget about having Al-Quran as the “guide book” for this life and afterlife, karena aku pribadi yaah selama ini masih treating the Qur’an as a sacred book that belongs on the shelf, astagfirullah.. I mean, it’s still sacred and I treat it with respect, but I think it shouldn’t stay on the shelf too long, it should be looked and read and pondered each day.

Dan pagi tadi nyoba lagi… yg keluar adalah awal dari QS As-Sajdah, yang aku renungkan adalah, بسم الله الرحمن الرحيم

QS 32:9
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Yah, we only live once. And we should fill our lives with ibadah, good deeds, amal sedekah, dan rasa syukur… yg terakhir yg suka kadang2 kelupaan, astagfirullah. Sometimes sekeliling kita membuat kita lupa akan betapa banyaknya nikmat kita yg nggak ternilai dengan uang. Kadang lebih mudah mengeluh dan selalu melihat apa yg kita belum/nggak punya. Padahal, untuk punya pendengaran, penglihatan, hati nurani, dan panca-indera lainnya beserta kesehatan, ketenangan hati, keharmonisan keluarga, dan nikmat2 immaterial lainnya itu adalah sesuatu nikamt yg besar sekali, yg nggak terbeli dengan uang. Kalau ada yg hilang, mungkin uang yg dipakai untuk mencarinya lagi nggak sedikit. Tapi ketika udah ada, kadang kita suka nggak “ngeh” dengan apa yg ada.

Kalau sekarang ini di sini lagi heboh2nya menyambut Lebaran, banyak sale di mana2, ada trend untuk beli baju baru, masak hidangan mewah yang banyaknya bisa untuk ngasih makan 1 pleton tentara, kasih parcel sana-sini. I mean, namanya juga marketing. But one thing we should remember: lebih baik memberi daripada menerima (atau meminta). Dan sebaiknya yah selayaknya aja, nggak usah jor-joran. Yg penting kan kalau Idul Fitri itu adalah semangat baru untuk menjadi manusia yg lebih baik dan lebih cinta kepada Allah.. silaturahmi dengan keluarga.. tetap mempertahankan tingkat ibadah dan infaq-sedekah seperti yg dilakukan ketika bulan Ramadhan… jangan sampai deh kita lupa dengan esensi yg penting2 ini!

Kalau bercermin kepada Idul Fitri yg lalu2 waktu masih di Matsuyama, di sana walaupun nggak heboh, justru khidmatnya lebih terasa. Betapa susahnya mencari izin dan lokasi untuk solat Ied dan halal-bihalal di negara yg nggak kenal Lebaran, trus sama2 ganbatte masak hidangan ala kadarnya untuk di-share bersama2, karena ya keluarga kita yg di negeri sakura hanya mereka.. yang sama2 terikat tali agama Islam. Udah nggak peduli mau pake baju baru kek, mau pake sendal kek, mau datang pake sepeda kek, mau masak apa kek… yang penting bisa solat, silaturahmi, dan makan2 enak (kesempatan buat menikmati lontong nihhh yang buatnya ampuun deh repot bener hehehe ;p). Kadang di sini lebih ribet soal hal2 yg sepele (dan lebih kepada pencitraan diri sendiri dan keluarga ketika halal-bihalal hahahaha). Yah semoga saya & suami bisa megajarkan esensi yg penting dari Idul Fitri kepada si Botchan.. amin!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: